Rabu, 08 September 2021

MATERI ( Virtual Private Server )

 

Pengertian VPS(Virtual Private Server)

    VPS Hosting adalah sserver hosting fisik yang dibagi bagi kembali menjadi server virtual (teknologi virtualisai server) dan digunakan server hosting yang terdiri oleh satu user saja.
VPS juga diartikan sebagai sebuah metode untuk mempartisi/membagi sumber daya/resource sebuah server menjadi beberapa server virtual.
Server virtual tersebut memiliki kemampuan oprating system sendiri seperti layaknya sebuah server.

Jenis VPS Hosting

  • OpenVZ

    Merupakan tipe VPS yang paling umum ditawarkan karena tingkat penggunan resourcenya cukup rendah,tapi ini mengakibatkan banyak hosting provider menjualnya lebih dari batas seharsunya (overselling).
OpenVZ  tidak bisa menggunakn system operassi windows. Sistem operasi yang ditawarkan umunya adalah dalam varian Linux.

  • KVM(Kernel Based Virtual Machine)

    Jenis virtualiasi VPS dalam versi kernel yang bisa berinteraksi langsung dengan hardwarenya, inilah kelebihan KVM dibandingkan dengan  OpenVZ yang harus berkounikasi melalui sistem operasi. Karena memliki akses langsung ke perangkat keras, kita bisa menginstalkan  OS slain Linux. KVM biasanya memiliki kemampuan yang lebih baik dibandingkan OpenVZ dengan jumlah memori yang sama.

  • HVM(Hardware Virtual Machine)

    Merupakan tipe virtualisasi dalm tingkat kernel, jadi mirip dengan KVM.
Kelebihanny adalah virtualisai hardware secara penuh dibandingkan OpenVZ. Merupakan jenis virtualization maka HVM bisa diinstal windows. Secara popularitas HVM teknologi ketiga terpopuler yang ditawarkan di internet.

  • Hyper-V

    Hyper-V  atau biasa disebut Microsoft Hyper-V ini adalah jenis virtualisai VPS yang sangat cocok untuk sisitem operasi windows. Namun, biaya VPS  ini lebih ,ahal dibandingkan dengan yang lain dan hal itu belum termasuk biaya lisensi sistem operasi windows-nya.
Control panel Hyper-V berbasis GUI [Grpahical User Interface] sehingga akan memuudahkan kita menangani VM dalm server.


Prinsip Dasar VPS

  • VPS bekerja seperti sebuah server yang terpisah
  • VPS memiliki processes, users, files,da menyediakan full root access
  • Setiap VPS memilik IP Address, port number, tables, filtering, dan routing rules sendiri
  • VPS dapat melakukan konfigurassi file untuk system dan aplikasi software
  • Setiap VPS dapat memiliki system lybary atau mengubah menjadi salah satu system libaries yang lain.

Fungsi dan Kegunaan VPS

1. Web Hosting

    VPS adalah untuk menyediakan web hosting yang sangat tepat untuk level menengah dan situs web, dimana aplikasi membutuhkan konfigurasi yang spesifik dan hanya bisa dilakukan oleh super user.

2. BackUp Server

    Kebutuhan ini untuk menjamin layanan selalu berjalan normal. Backup server ini meliputi situs web, surel/email, file, dan databasse. Layanan ini dalam kondisi fisik dan logical yang terpisah sehingga meminimalisir kerusakan atua kehilangan data.

3.  File server/storage server

    Didalam storage server kita bisa menyimpan file dan data melalui ftp dan http.

4. Server remote Dekstop

    Kita bisa mendwonload dan mengupload file secara remote, menjalankan aplikasi forex, bot/robot & automation, spinner.

5. Host server untuk VPs dan Tunneling

6.Application Hosting dengan VPS

Memungkinkan untuk membangun custom mission critical software tanpa harus mengeluarkan biaya yang terlalu mahal. Melakukan outsource development aplikasi juga sudah menjadi trend untuk menghemat biaya sehingga investasi jauh lebih efisien.

7.Development/ Test Environments

VPS juga membantu untuk melakukan serangkaian development testing efisien, beberapa sistem operasi dan alamat IP publik dengan mudah bisa dilakukan, koneksi secara remote untuk reboot dan pergantian interface cukup dilakukan dengan cepat sama seperti halnya mempunyai 1 rak yang penuh dengan server testing.

8.Educational Outspot

VPS juga di jadikan ajang UNIX Operation System dengan berbagi macam distribusi sekaligus.

Materi Shared Hosting Server

 


Kelebihan Shared Hosting

  • Biaya Murah

Setiap server pengguna akan berbagi ruang serta sumber daya dengan yang lainnya.

  • Penggunaan Mudah 

Pengguna aakan dimudahkan karena nanti semua operasional server akan diambil alih oleh penyedia layanan sehingga bagi pemula yang tidak memiliki pemahaman pemrograman masih bisa untuk mengelola situs web atau blognya.

  • Administrasi dan Pemeliharaan Mudah

Penggunaan lebih difokuskan kepada pembelajaraan mengenai blog ataupun website yang sedang dibangun, namun hal ini hanya sementara waktu karena si pengguna harus mengganti layanan ketika sudah mengalami traffic pengunjung. Mengenai administrasi dan pemeliharaan server pengguna tidak perlu memikirkannya lagi karena semua sudah diambil alih oleh penyedia layanan hosting.

  • Sangat Ideal untuk Blog/Website kecil
Menwarkan layanan dengan harga yang sangat murah, sangat cocok untuk seseorang yang melakukan bisnis dengan situs blog atau web dengan skala kecil. Mengenai pemahaman dan kemampuan seseorang dalam mengelola hosting, tentu untuk yang baru terjun di dunia web hosting kesulitan untuk menjalankan layanan hosting.

Kekurangan Shared Hosting

  • Karena dipergunakan secara bersamaan, jika salah satu pengguna menyebabkan overload atau gangguan pada server maka pengguna lainnya berpotensi terkena dampaknya.
  • Pengguna shred hosting mempunyai akses yang sangat terbatas pada server dan hanya dapat mengakses serta mengelola filenya sendiri.
  • Seluruh setting batasan/limit sudah ditentukan oleh pengelola server, Pelanggaran pada ketentuan pengelola  server dapat mengakibatkan penahanan hingga penghapusan akun hosting.


Cara Kerja Web Hosting

Ketika anda mengakses sebuah website (baik penggun IP Address maupun nama domain) melalui broswer yang menggunakan network protocol HTTP, internet akan mengirimkan permintaan akses kepada server hosting. Selanjutnya, server akan mengirimkan informasi file yang diminta ke komputer melalui internet yang selanjutnya diterjemahkan oleh web broswer dalam bntuk tulisan dan gambar.

Jumat, 03 September 2021

[MATERI Control Panel Hosting]

 


Pengertian Control Panel Hosting

Control panel hosting adalah tool yang akan membuat Anda dapat melakukan manajemen seluruh aspek layanan hosting. Melalui hosting control panel, Anda bisa melakukan beragam pengaturan pada sistem admin yang kompleks dengan hanya melakukan beberapa klik pada interface admin. Sebelum ada hosting control panel, aktivitas tingkat lanjut pada sistem admin dilakukan dalam secara manual.

Fungsi Control Panel Hosting

1. Manajemen Domain

Hampir semua hal yang berkaitan dengan domain bisa Anda lakukan melalui control panel hosting. Beberapa di antaranya adalah:

  • Pembaruan domain
  • Edit DNS
  • Domain forwarding
  • Pengaturan subdomain
  • Mendaftarkan domain baru
  • Pengaturan IP address

2. Menginstall Aplikasi dengan Mudah

Ada cukup banyak aplikasi atau layanan yang bisa Anda install melalui control panel hosting. Mulai dari WordPress, Drupal, atau Joomla.

3. Melakukan FTP

FTP adalah proses transfer file dari komputer ke server website Anda. FTP juga bisa membantu Anda melihat dan mengatur file/folder pada website Anda. Akan tetapi, sebelum bisa melakukan FTP, Anda harus mengaturnya dahulu di control panel hosting.

4. Manajemen File

Selain melihat file/folder melalui FTP, Anda juga bisa melakukannya langsung melalui control panel. Sebab, ada beberapa hosting yang juga menyediakan fitur ini. Walaupun tidak selengkap FTP, tapi fitur ini tentu saja membantu jika Anda hanya ingin melakukan pengecekan.

5. Manajemen Email

Yup, Anda juga bisa melakukan manajemen email melalui control panel hosting. Apa saja?

  • Mengatur akun email baru
  • Mengatur forward email
  • Mengatur filter spam
  • Manajemen akun-akun email Anda
  • Menghapus akun email

6. Manajemen Database

Ternyata, Anda juga bisa melakukan manajemen database langsung dari control panel, lho. Banyak control panel hosting yang sudah mengintegrasikan MySQL ke dalamnya, sehingga Anda tinggal pakai saja. Hal ini tentu saja sangat membantu karena Anda tak perlu menggunakan aplikasi atau layanan dari luar.

7. Backup Data

Tak perlu takut data di website Anda raib karena control panel hosting juga menyediakan fitur backup. Bahkan, tak jarang fitur tersebut bisa melakukan backup otomatis dalam jangka waktu tertentu.

Contoh Control Panel Hosting

1. cPanel

Berikut ini adalah fitur utama dalam cPanel yaitu:
Pengaturan nama domain, registrasi, dan transfer, manajemen email dan spam, fitur keamanan dari mulai pemblok IP hingga proteksi leech, pemonitor performa server, file manager dan FTP users creation, dan backup. Pengoprasian cPanel ini tidaklah sulit.

2. Pleks

Pleks adalah hosting control panel populer, terutama di kalangan penyedia hosting EROPA. Panel ini dapat digunakan pada Windows dan Linux. Pleks adalah hosting control panel yang paling banyak digunakan, Plesk memiliki fitur unik berbentuk login levels. Terdapat 4 tingkat pada fitur tersebut dimana masing-masing tingkat memiliki perbedaan isi. Ke-4 tingkatan tersebut adalah Mail User, Domain Owner, Client/Reseller, dan Administrator.

3. Direct Admin

Direct Admin adalah salah satu hosting panel yang termudah dan tercepat. Selain itu, hosting panel satu ini juga cukup stabil. Direct Admin tersedia untuk Linux. Direct Admin mendukung akses multi level, dari mulai Administrator, User, hingga Reseller.Beberapa fitur dan opsi pengaturan yang tersedia pada Direct Admin adalah manajemen DNS, pembuatan database, pembuatan manajemen, pembuatan backupakun reseller, dan manajemen file. Direct Admin juga menyediakan statistik pengguna dan memiliki tool anti-spam.Webmin

4. Webmin

Dalam pengoperasiannya, Webmin ini menyediakan panel sesuai yang akan menyesuaikan dengan fungsi dan jenis hosting. 

Tiga tipe hosting pada hosting panel ini adalah Usermin, Cloudmin, dan Virtualmin. Usermin digunakan untuk manajemen email, password, dll. Cloudmin digunakan untuk manajemen server virtual. Virtualmin digunakan untuk manajemen virtual hosts. Webmin ini gratis dan tersedia untuk pengguna Linux, Solaris, dan sistem BSD. Webmin dapat digunakan di Windows dengan opsi dan fungsi yang terbatas.

5. ISPmanager

ISPmanager adalah hosting panel yang memiliki tampilan dan desain yang sederhana. Sepintas, hosting panel ini memang terlihat sangat standar jika dibandingkan dengan hosting panel lain. ISPmanager tersedia untuk pengguna Linux. Terdapat 2 versi hosting panel ini. Versi pertama adalah versi Lite dengan fitur-fitur dasar yang bisa Anda temukan pada hosting panel pada umumnya. 

MATERI ( Virtual Private Server )

  Pengertian VPS(Virtual Private Server)     VPS Hosting adalah sserver hosting fisik yang dibagi bagi kembali menjadi server virtual (tekno...